Author: admin

  • Karuna Citta, Apresiasi untuk Para Pandita

    Karuna Citta, Apresiasi untuk Para Pandita

    Karuna Citta, Apresiasi untuk Para Pandita

    Menghormati dan Mengapresiasi Dedikasi Para Pandita

    Dengan penuh rasa hormat dan cinta kasih, Karuna Citta menyelenggarakan sebuah momen istimewa—apresiasi bagi para Pandita Kota Medan dan Pandita Binjai – Langkat. Sebuah penghormatan yang tulus bagi mereka yang telah mendedikasikan hidupnya untuk membimbing umat Buddha dalam menjalani Dhamma di tengah dinamika kehidupan sehari-hari.

    Makna Apresiasi Ini

    Para Pandita adalah sosok yang tidak hanya mengajarkan kebijaksanaan, tetapi juga menjadi teladan dalam menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai luhur Dhamma. Mereka hadir di saat umat membutuhkan arahan dan ketenangan batin, membagikan pemahaman yang mendalam agar setiap individu dapat menemukan makna sejati dalam hidupnya.

    Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Setiap langkah kecil yang telah diambil oleh para Pandita menjadi terang bagi hati yang mencari jalan kebenaran. Bimbingan mereka tidak hanya memberikan wawasan spiritual, tetapi juga mendorong semangat umat Buddha untuk terus menjalankan Dhamma dengan penuh keyakinan dan kesungguhan.

    Harapan untuk Para Pandita

    Seiring dengan apresiasi yang diberikan, kami mendoakan agar para Pandita senantiasa diberi kesehatan, semangat, dan kekuatan untuk terus berkarya demi kejayaan Agama Buddha. Semoga mereka tetap teguh dalam kebijaksanaan dan welas asih, menjadi cahaya yang menerangi jalan bagi banyak orang.

    Sebagaimana yang dikatakan dalam Dhammapada, Syair 172,
    “Seperti bulan keluar dari balik awan, demikian pula kebenaran akan muncul di tengah mereka yang hidup dalam kebijaksanaan.”

    Semoga ajaran Dhamma senantiasa membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi semua makhluk.

    Karuna Citta
    📅 2 April 2025 & 23 April 2025

  • Workshop The Heart Technique: Langkah Awal Menuju Harmoni Batin dan Kendali Diri

    Workshop The Heart Technique: Langkah Awal Menuju Harmoni Batin dan Kendali Diri

    Workshop The Heart Technique: Langkah Awal Menuju Harmoni Batin dan Kendali Diri

    ✨ Pada Minggu, 13 April 2025, Ruang Serbaguna Paramita di STAB Bodhi Dharma, Medan, menjadi saksi dari sebuah acara inspiratif yang penuh transformasi. The Heart Technique, sebuah metode revolusioner yang dirancang untuk membantu individu mengatasi emosi negatif serta perilaku yang menghambat, sukses menarik perhatian banyak peserta dengan antusiasme luar biasa.

    Acara ini dipandu oleh narasumber berpengalaman, Ibu Inggit Luimenta, CHT®, CT., seorang Certified Trainer & Clinical Hypnotherapist. Dalam sesi ini, Ibu Inggit memadukan pendekatan klinis dengan kemampuan komunikatif yang mendorong peserta untuk mengenali, memahami, dan melepaskan hambatan emosional mereka. Dari langkah-langkah praktis hingga pembahasan mendalam, setiap peserta diberi alat untuk menjalani perjalanan menuju keseimbangan dan kedamaian batin yang sejati.

    Workshop dimulai pukul 14:30 dengan suasana yang hangat dan penuh semangat. Para peserta, yang berasal dari berbagai latar belakang, menunjukkan keberanian luar biasa untuk mengeksplorasi diri mereka lebih dalam. The Heart Technique menawarkan pendekatan unik yang mudah dipahami, sehingga setiap individu dapat langsung mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Saat sesi berlangsung, banyak momen emosional terjadi ketika peserta menyadari akar dari berbagai perasaan negatif yang selama ini mereka alami. Dengan bimbingan langsung dari Ibu Inggit, mereka diajak untuk menggunakan teknik ini sebagai alat penyembuhan diri.

    Panitia juga dengan bijak mengingatkan peserta untuk membawa botol minum pribadi demi menjaga fokus selama acara. Hal ini menjadi salah satu elemen yang mendukung kenyamanan para peserta agar mereka dapat sepenuhnya terlibat dalam proses transformasi.

    Salah satu bagian yang berkesan dari workshop ini adalah interaksi dan keterlibatan antara peserta. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga berbagi cerita, pengalaman, dan saling mendukung satu sama lain. Hubungan yang tercipta selama acara ini menjadi bukti nyata bahwa proses penyembuhan sering kali melibatkan koneksi dengan orang lain.

    Panitia dengan senang hati mengabadikan momen-momen indah ini dalam bentuk foto dan video, yang nantinya akan dibagikan melalui platform media sosial STAB Bodhi Dharma. Peserta diundang untuk melihat, mengenali, dan berbagi kenangan mereka di sana.

    Workshop ditutup dengan rasa syukur yang mendalam. Para peserta tidak hanya pulang dengan pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka, tetapi juga alat praktis yang dapat mereka gunakan untuk menjalani kehidupan yang lebih harmonis. Panitia dan narasumber berharap bahwa metode The Heart Technique akan terus menjadi bagian yang berguna dalam perjalanan hidup para peserta.

    Acara ini memberikan pelajaran penting tentang bagaimana manusia dapat menemukan kekuatan dalam diri mereka untuk bangkit dan berubah. Dengan keseimbangan dan kendali diri yang lebih baik, hidup menjadi lebih indah, damai, dan penuh makna.

  • Badan Eksekutif Mahasiswa STAB Bodhi Dharma sukses mengadakan seminar Quantum Life Transformation

    Badan Eksekutif Mahasiswa STAB Bodhi Dharma sukses mengadakan seminar Quantum Life Transformation

    Badan Eksekutif Mahasiswa STAB Bodhi Dharma sukses mengadakan seminar Quantum Life Transformation

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAB Bodhi Dharma sukses mengadakan
    seminar Quantum Life Transformation (QLT) yang diselenggarakan pada hari
    Minggu, 15 Desember 2024. Seminar ini menghadirkan pembicara ternama, Verawaty
    Chandra, CHt®., CPS®., CT, seorang ahli di bidang transformasi kehidupan dan
    pengembangan pribadi. Acara yang dilaksanakan di Lantai GM, Prasadha
    Jinadhammo ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang hadir. Dalam
    seminar ini, Verawaty Chandra berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang
    bagaimana mengubah pola pikir dan kehidupan menuju kualitas yang lebih baik.
    Pembicara juga mengajarkan teknik-teknik praktis untuk mencapai kesuksesan
    pribadi, mulai dari perubahan pola pikir hingga cara-cara efektif untuk mengatasi
    tantangan hidup. Seminar ini bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga terbuka untuk
    masyarakat umum yang ingin belajar dan berkembang secara pribadi. Kegiatan ini
    juga didukung penuh oleh Yayasan Prasadha Jinadhammo, yang menyediakan fasilitas
    untuk pelaksanaan acara. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi
    yang diberikan, dengan banyak yang menyatakan bahwa seminar ini memberikan
    inspirasi baru bagi perjalanan hidup mereka. BEM STAB Bodhi Dharma berharap
    kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan diri peserta.

    Verawaty Chandra, sebagai pembicara utama, membawa wawasan baru tentang
    pentingnya mengelola pikiran dan perasaan untuk meraih kehidupan yang lebih
    harmonis dan sukses. Dalam presentasinya, ia menekankan bahwa perubahan dimulai
    dari dalam diri dan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk meraih transformasi
    positif dalam hidupnya. Teknik-teknik yang dibagikan dalam seminar ini, seperti
    hypnotherapy dan coaching, dirancang untuk membantu peserta mengatasi hambatan
    mental yang mungkin menghalangi kesuksesan mereka. Para peserta juga diajak untuk
    lebih mengenal diri sendiri melalui latihan interaktif, yang memberikan mereka
    pemahaman lebih mendalam tentang potensi mereka. Semangat dan energi positif
    yang dibagikan dalam seminar ini membangkitkan semangat peserta untuk mulai
    mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar
    peserta mengungkapkan bahwa seminar ini tidak hanya bermanfaat bagi
    perkembangan pribadi, tetapi juga memberikan mereka wawasan tentang bagaimana
    memperbaiki hubungan dengan orang lain.

    Kegiatan seminar Quantum Life Transformation ini merupakan bagian dari
    komitmen BEM STAB Bodhi Dharma untuk meningkatkan kualitas hidup mahasiswa
    dan masyarakat sekitar melalui kegiatan edukasi yang bermanfaat. Ketua Panitia
    Seminar, Hartono, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Yayasan
    Prasadha Jinadhammo yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Selain itu, kegiatan ini
    juga menjadi bukti bahwa STAB Bodhi Dharma terus berusaha memberikan
    program-program yang dapat membantu peserta untuk meraih kehidupan yang lebih
    baik dan lebih berkualitas. Melalui acara ini, BEM berharap bisa menginspirasi lebih
    banyak orang untuk mengambil langkah positif dalam hidup mereka. Seminar ini
    menandai komitmen STAB Bodhi Dharma untuk tidak hanya fokus pada
    pembelajaran akademis, tetapi juga pada pengembangan potensi diri mahasiswa.
    Dengan beragamnya kegiatan yang diadakan, diharapkan STAB Bodhi Dharma akan
    terus menjadi tempat yang memfasilitasi pengembangan baik secara akademis
    maupun pribadi

  • KARUNA CITTA UNTUK PARA PANDITA

    KARUNA CITTA UNTUK PARA PANDITA

    KARUNA CITTA UNTUK PARA PANDITA

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAB Bodhi Dharma kembali
    melaksanakan kegiatan Karuna Citta sebagai bentuk penghargaan kepada para pandita
    yang berdedikasi dalam menyebarkan ajaran Dhamma. Acara yang berlangsung pada
    Minggu, 15 Desember 2024, di Lantai G Prasadha Jinadhammo ini merupakan kali
    kedua diadakan, menunjukkan komitmen BEM STAB Bodhi Dharma untuk
    mengapresiasi orang yang berjasa dalam perkembangan Dhamma. Didukung penuh
    oleh STAB Bodhi Dharma, kegiatan ini menjadi ajang penghormatan atas jasa para
    pandita yang telah melayani umat Buddha melalui kebaktian dan upacara keagamaan
    seperti avamangala. Dengan tema “Karuna Citta: Wujud Kasih dan Terima Kasih,”
    acara ini dihadiri oleh para pandita yang aktif melayani umat di wilayah Deli Serdang.
    Ketua BEM, Betaria, menyampaikan bahwa penghargaan ini tidak hanya sebagai
    ungkapan terima kasih, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara generasi muda
    dan tokoh agama. Suasana acara dipenuhi rasa syukur dan kebersamaan,
    mencerminkan semangat Dhamma yang menginspirasi.

    Pelaksanaan Karuna Citta ini turut didukung oleh Majelis Buddhayana
    Indonesia (MBI) Deli Serdang, yang membantu mengundang para pandita yang aktif
    dalam pelayanan keagamaan. Yayasan Prasadha Jinadhammo juga berkontribusi
    dengan menyediakan lokasi acara yang nyaman dan strategis untuk mendukung
    kelancaran kegiatan. Acara dimulai dengan kata sambutan dari Ketua MBI Deli
    Serdang, Romo Sehi Vidyananda, dilanjutkan oleh Wakil Ketua Prasadha
    Jinadhammo, Darsono, M.Si, dan ditutup oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian
    Masyarakat STAB Bodhi Dharma, Romo Sunter Candra Yana, M.Pd. Kolaborasi yang
    harmonis antara mahasiswa, dosen, dan organisasi pendukung membuat kegiatan ini
    sukses dan bermakna. Semua yang hadir merasakan suasana yang menginspirasi dan
    memperkuat rasa kebersamaan. Melalui kegiatan ini, BEM berharap dapat
    menginspirasi generasi muda untuk terus menghormati dan mendukung pelestarian
    Dhamma.

    Para pandita juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan apresiasi yang
    diberikan kepada mereka, seraya mendorong mahasiswa untuk terus melestarikan
    nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, BEM STAB
    Bodhi Dharma berharap dapat menciptakan tradisi penghormatan yang mendalam
    kepada mereka yang telah mendedikasikan hidup untuk menyebarkan Dhamma.
    Generasi muda diajak untuk belajar dari teladan para pandita dan aktif terlibat dalam
    kegiatan bajik. Karuna Citta menjadi simbol dari harmoni dan rasa syukur yang terus
    dipupuk oleh STAB Bodhi Dharma dalam mendukung pelestarian Dhamma. Dengan
    semangat kebajikan ini, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlangsung di masa
    depan.

    “The roots of all goodness lie in the soil of appreciation for goodness.”
    (Akar dari semua kebaikan terletak pada penghargaan terhadap kebaikan.)
    ~ Dalai Lama

  • BEM STAB BODHI DHARMA BERBAGI KEHIDUPAN LEWAT SETETES DARAH

    BEM STAB BODHI DHARMA BERBAGI KEHIDUPAN LEWAT SETETES DARAH

    BEM STAB BODHI DHARMA:
    BERBAGI KEHIDUPAN LEWAT SETETES DARAH

    “Manasa ce pasannena, yah karoti kayena vaca ca, kayasa vacasa
    ca, tam vadami maha-palam.”
    (“Siapa pun yang dengan pikiran murni, berbicara atau bertindak,
    maka kebahagiaan besar akan mengikutinya.”) ~ Dhammapada, 118.

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAB Bodhi Dharma kembali menggelar
    kegiatan donor darah untuk mendukung kebutuhan darah bagi Smiling Kid, rumah
    singgah yang merawat anak-anak penderita kanker. Acara yang berlangsung pada
    Minggu, 15 Desember 2024, di Lantai G Prasadha Jinadhammo ini merupakan wujud
    nyata kepedulian mahasiswa terhadap sesama. Donor darah kali ini adalah yang kedua
    kalinya dilakukan oleh STAB, mempertegas komitmen institusi dalam memberikan
    kontribusi bagi masyarakat. Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat luas, termasuk
    mahasiswa, dosen, dan warga sekitar, yang berbondong-bondong datang untuk
    mendonorkan darah.

    Smiling Kid, sebagai penerima manfaat utama, sangat terbantu
    dengan darah yang terkumpul untuk mendukung perawatan anak-anak penderita
    kanker. Melalui kegiatan ini, STAB Bodhi Dharma juga ingin mengedukasi
    masyarakat tentang pentingnya donor darah sebagai bentuk aksi kemanusiaan. Dengan
    jumlah pendonor yang terus meningkat, kegiatan ini memberikan harapan baru bagi
    anak-anak yang membutuhkan.

    Kegiatan donor darah ini terlaksana dengan dukungan RS Pirngadi, yang
    menyediakan tim medis dan fasilitas kesehatan untuk memastikan proses berjalan
    lancar. Tenaga medis dari RS Pirngadi melakukan pemeriksaan kesehatan awal bagi
    para calon pendonor untuk memastikan kelayakan mereka. Yayasan Prasadha
    Jinadhammo turut memberikan dukungan, termasuk menyediakan lokasi acara yang
    nyaman dan strategis. Selain itu, panitia juga menyediakan makanan ringan dan
    minuman untuk pendonor sebagai bagian dari pemulihan pasca-donor. Semua
    prosedur dilakukan dengan standar kebersihan yang tinggi untuk menjaga keamanan
    dan kenyamanan. Kerja sama antara berbagai pihak yang terlibat menjadi kunci
    suksesnya acara ini.

    Darah yang terkumpul akan didistribusikan kepada pasien anak-anak penderita
    kanker di Smiling Kid, yang sangat membutuhkan transfusi darah secara rutin. Ketua
    STAB Bodhi Dharma, Ibu Mina Wongso, M.Psi, Psikolog menyampaikan
    apresiasinya kepada BEM, RS Pirngadi, Yayasan Prasadha Jinadhammo, dan semua
    pihak yang berkontribusi dalam kegiatan ini. Beliau juga mengungkapkan bahwa
    kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai ajaran Buddha tentang kasih sayang dan
    membantu sesama. Selain itu, donor darah juga diharapkan dapat meningkatkan
    kesadaran masyarakat akan pentingnya solidaritas dan aksi kemanusiaan. Dengan
    semangat gotong royong, kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan
    dapat memberikan dampak besar. Kegiatan ini pun diharapkan menjadi inspirasi bagi
    lembaga lain untuk melakukan hal serupa. STAB Bodhi Dharma terus berkomitmen
    untuk hadir dan berkontribusi bagi masyarakat melalui berbagai program sosial dan
    kemanusiaan.

    “Nobody can do everything, but everyone can do something.”
    (Tidak ada yang bisa melakukan segalanya, tetapi setiap orang bisa melakukan
    sesuatu.)
    ~ Max Lucado (Penulis Terkenal)

  • Meditasi Ajaran Buddha, Praktik Serta Manfaatnya

    Meditasi Ajaran Buddha, Praktik Serta Manfaatnya

    Meditasi Ajaran Buddha, Praktik Serta Manfaatnya

    Meditasi ajaran Buddha memiliki tujuan untuk kesehatan mental. Tidak hanya sekadar kesehatan mental, namun ketenangan dan kedamaian. Meski begitu, usaha mendapatkan kesehatan mental ini sering digunakan untuk ‘pelarian diri’.

    Meditasi yang sebenarnya tidaklah seperti itu. Berkat salah paham ini, sebuah aktivitas bertujuan murni malah mendapati makna merosot turun. Bahkan ada banyak pengkaitannya sebagai usaha memiliki kekuatan gaib.

    Dalam meditasi, terdapat dua jenis yang saling melengkapi. Pertama adalah Samatha atau penyatuan pikiran. Kedua adalah Vipassana yang merupakan pandangan terang atau memandang ke dalam.

    Secara singkat, Samatha berarti ketenangan, kesunyian, keheningan, ketentraman, kedamaian. Semua itu didapat dari penyatuan pikiran. Sedangkan Vipassana digunakan setelah mencapai Samatha untuk renungan kehidupan nyata.

    Praktik Meditasi Yang Benar

    Objek yang digunakan untuk meditasi ajaran Buddha dengan benar adalah kesadaran pada pernapasan (anapanasati). Penenang jiwa dan pikiran menggunakan irama tarikan napas sangat efektif untuk berkonsentrasi.

    Setiap saat, makhluk hidup bernapas. Tapi dari sekian banyak, jarang ada yang menyadari tarikan dan hembusan napas tersebut. Irama menenangkan lebih banyak terabaikan, dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

    Ketika bermeditasi menggunakan anapanasati, Anda berusaha memusatkan pikiran pada aliran penapasan alami. Ini berarti, napas tersebut dapat panjang atau pendek, berat ringan, cepat lambat, apapun ritmenya selama Anda menyadarinya.

    Konsentrasi harus sepenuhnya pada napas. Abaikan hal-hal di sekitar, lupakan apa yang harus dilupakan. Ritme napas dilakukan 10 sampai 15 menit sampai kedamaian itu tercapai.

    Manfaat Meditasi

    Ada banyak manfaat dari meditasi ajaran Buddha. Selain untuk memahami realitas sejati, menghentikan penderitaan, terdapat manfaat yang berhubungan dengan kesejahteraan hidup secara lahir dan batin.

    Kesadaran pernapasan berfungsi untuk menurunkan ketegangan saraf, mengurangi tekanan darah, dan memberikan semangat baru. Mengejutkan, anapanasati mempunyai efek luar biasa baik pada kedua otak jika dilakukan dengan benar.

    Tidak hanya itu, sangat banyak peneliti menunjukkan betapa bermanfaatnya meditasi, di antaranya:

    1. Kesehatan fisik dan mental yang membawa panjang umur.
    2. Mengatasi gejala pskosomatis.
    3. Membalik efek buruk dari gangguan fisik dan psikis.
    4. Menghilangkan stress.
    5. Memiliki keturunan.

    Meditasi sebagai sarana spiritual yang mendukung umat memperoleh ketabahan, kebijaksanaan, kedamaian, dan kedewasaan. Meditasi ajaran Buddha bukanlah sekadar pelarian dari kehidupan sehari-hari Anda menuju tempat sepi dan suram.

     

  • Jenis Meditasi Dalam Agama Buddha Dapat Membawa Ketenangan

    Jenis Meditasi Dalam Agama Buddha Dapat Membawa Ketenangan

    Jenis Meditasi Dalam Agama Buddha Dapat Membawa Ketenangan

    Terdapat dua jenis meditasi dalam agama Buddha. Di tradisi Buddhis, meditasi memiliki asal kata dari bhavana. Kata ini dapat berarti sebagai pembudayaan atau pengembangan mental.

    Maksud pengembangan mental dari bhavana merupakan pengembangan batin secara lebih luas, dengan tujuan membersihkan pikiran dari ketidakmurnian. Selain itu, mengusir gangguan seperti nafsu dan kebencian ataupun sikap negatif lainnya.

    Pengembangan mental yang diajarkan oleh Buddha terdapat dua jenis yaitu, Kosentrasi (Samadhi/Samatha); pemusatan pikiran. Lalu pandangan terang (Vipassana); tercapai ketika pikiran tenang digunakan untuk merefleksikan realitas.

    Stress, tegang, kebisingan adalah ciri dari jaman yang telah menimbulkan ketidaknyamanan. Bukan hanya itu, penyakit pun datang berdampingan seperti jantung, susah tidur, tegang saraf dan lambung.

    Meditasi Samatha

    Jenis meditasi dalam agama Buddha yang pertama ialah pencapaian ketenangan batin. Ketenangan ini didapatkan dengan cara memusatkan pikiran sebisa mungkin, sehingga terasa damai dan tentram.

    Jenis ini sudah ada bahkan sebelum jaman Buddha muncul. Walau bukan eksklusif milik ajaran Buddhis, namun ini tetap dipraktikkan karena merupakan bagian dari meditasi Vipassana.

    Berdasarkan kitab Visuddhimagga, penyatuan atau pemusatan pikiran dilaksanakan menggunakan 40 objek pengembangan mental. Ini disesuaikan dengan watak atau temperamen dari masing-masing manusia yang berbeda satu sama lainnya.

    Kemudian, subjek (kammatthana) disesuaikan dengan enam karakter dasar manusia yaitu, nafsu, dungu, percaya, kebencian, cerdas dan spekulatif. Semua ini layaknya seperti resep pengobatan segala macam penyakit.

    Meditasi Vipassana

    Jenis meditasi dalam agama Buddha berikutnya adalah Vipassana. Berasal dari bahasa Pali, Vipassana memiliki arti melihat ke dalam, kebijaksanaan atau pencerahan. Jenis ini adalah inti sari dari ajaran Buddha.

    Vipassana dilakukan bertujuan mencapai wawasan mendalam terhadap hakikat kenyataan dan Nirvana. Dengan metode analitis kesadaran penuh, waspada dan tajam, meditasi ini merupakan pengembangan mental Buddhis yang sesungguhnya.

    Penjelasan mengenai Vipassana terdapat dalam satipatthana sutta yang merincikan perenungan pada empat hal, yaitu:

    1. Tubuh (Kaya)
    2. Perasaan dan sensasi-sensasi (Vedana)
    3. Pikiran/budi (Citta)
    4. fenomena (Dhamma)

    Pengembangan mental ini tidak membawa Anda lari dari kehidupan, malah membawanya ke dalam jantung kehidupan. Untuk mendukung empat hal di atas, Anda harus memiliki mental berkualitas.

    Terlepas dari pengembangan batin dan tujuan pandangan terang, meditasi memiliki manfaat di jaman yang semakin berkembang pesat. Dua jenis meditasi dalam agama Buddha mampu mengatasi berbagai macam masalah.

     

  • Karma Dalam Ajaran Buddha, Dua Babak Hukum Karma

    Karma Dalam Ajaran Buddha, Dua Babak Hukum Karma

    Karma Dalam Ajaran Buddha, Dua Babak Hukum Karma

    Hukum karma dalam ajaran Buddha merupakan petunjuk penting dalam agama. Petunjuk ini begitu luas dan berbelit-belit yang membutuhkan penguraian terperinci untuk memahaminya. Secara umum, karma berfaedah perbuatan.

    Dalam ajaran Buddha, karma merupakan hukum kosmis tentang sebab dan akibat yang juga adalah babak moral lebih ke arah impersonal. Menurut hukumnya, untuk hidup maupun tidak akan muncul oleh sesuatu.

    Maksudnya adalah, tidak benar jika sesuatu dapat muncul dari sebuah ketiadaan atau kekosongan. Pernyataan seperti ini berhubungan dengan penjelasan teori relativitas tentang lahirnya alam semesta.

    Petunjuk menjabarkan keyakinan berdasarkan kebenaran Tuhan Yang Maha Esa sebagai Yang Suci, Mulia, Impersonal dan Agung. Sedangkan dalam Dhamma, dijelaskan dengan hukum universal karena dampak relativitas impersonal.

    Hukum Dalam Babak Kosmis

    Hukum karma dalam ajaran Buddha dapat dilihat dari dua babak yaitu salah satunya babak kosmis. Hukum dalam babak kosmis melingkupi alam fisik dan psikis.

    Itu berarti, makhluk hidup adalah fenomena materi. Adanya manusia dan hewan merupakan fenomena relatif. Ini dikarenakan dapat merasakan perubahan kemunculan dan hilang, segala sesuatu di alam.

    Begitu juga dengan alam, merasakan babak perubahan muncul lalu hilang. Sama halnya seperti alam semesta dengan banyak galaksi di sana, serta tata surya tidak terhitung jumlahnya, turut mengalami babak tersebut.

    Yang perlu diperhatikan adalah, walaupun babak kosmis demikian, namun itu hanya berupa implikasi dari sebagai hukum sebab dan dampak. Yang selanjutnya paling penting dalam hukum karma adalah babak moral.

    Hukum Dalam Babak Moral

    Di babak moral, hukum karma dalam ajaran Buddha memegang peranan sebagai petunjuk etika Buddhis. Petunjuk ini tercermin dengan sangat jelas di dalam semua petunjuk yang telah Buddha sampaikan selama hidupnya.

    Babak moral lebih menitik beratkan pada perbuatan manusia melalui tindakan jasmani, pikiran dan ucapan. Perbuatan tersebut digolongkan sebagai karma bila dilakukan dengan niat atau keinginan yang benar.

    Tindakan tanpa niat sama saja bukan karma. Perbuatan tersebut tidak menghasilkan dampak moral untuk pelakunya. Karma dalam babak moral mengandung nilai etika berpegangan pada kebenaran dan keburukan.

    Prinsip landasan hukum karma berupa siapa saja yang menanam, maka dia akan memetik hasilnya. Apakah hasil tersebut baik atau tidak, tergantung apa yang sudah ditanam.

    Jika telah memainkan karma buruk, pasti akan menderita karena menerima hasil yang buruk pula. Tidak mungkin terhindar dari hasil tidak menyenangkan yang terlahir dari karma dalam ajaran Buddha.

     

     

     

     

  • Daftar Sekolah Buddhis di Tanggerang dan Jakarta

    Daftar Sekolah Buddhis di Tanggerang dan Jakarta

    Daftar Sekolah Buddhis di Tanggerang dan Jakarta

    Daftar sekolah buddhis Indonesia masihlah sedikit. Namun tidak berarti sekolah keagamaan Buddha tidak berkembang. Kehadiran sekolah-sekolah khusus merupakan bukti bahwa penganut agama Buddha semakin diakui serta mendapatkan perhatian penuh.

    Dengan adanya tempat belajar khusus agama Buddha, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif untuk negara. Selain itu, para generasi muda penganut agama Buddha bisa memperdalam ilmu sekaligus menerapkannya.

    Lulusan pendidikan buddhis akan dididik agar mampu mengamalkan pesan moral Buddha secara luas di setiap bidang. Selain itu, siswa juga dipersiapkan untuk berbakti pada masyarakat, bangsa dan negara.

    Hingga saat ini, sudah ada beberapa tempat belajar keagamaan Buddha yang tersebar di Indonesia. Dua lokasi di antaranya adalah Tanggerang dan Ibu Kota indonesa, Jakarta.

    Sekolah Buddhis di Tanggerang

    Di Indonesia terdapat lima agama yang diakui oleh negara, salah satunya adalah agama Buddha. Agama Buddha sendiri terus meluas sejak jaman kerajaan Sriwijaya di Nusantara hingga sampai saat ini.

    Daftar Sekolah Buddhis sudah ada dari tingkat terendah sampai tertinggi. Dari sekian banyak yang tersebar, beberapa terdapat sekitar wilayah Tanggerang dan Tanggerang Selatan, berikut daftarnya:

    1. Play Group Buddhis Bodhicita.
    2. SMP Swasta Perguruan Buddhis.
    3. Ehipassiko School BSD. Jalan Letnan Sutopo Kavling B2 No 2-1 Sektor XIV Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan, Propinsi Banten.
    4. Atisa Dipamkara School Lippo.
    5. Dharma Widya School.
    6. Ehipassiko School. Jalan Kompleks SD Nomor 1, RT 005, RW 0003.
    7. Ariya Metta Elementary School.
    8. Jaya Manggala School.
    9. SD Harapan Bangsa.
    10. SD Dharma Putra.
    11. STIB Dharma Widya.

    Bukan hanya soal-soal teori, materi yang diberikan juga mencakup praktek dan penerapannya dalam kehidupan. Hal ini menyangkut pembentukan karakter positif, baik, sabar, dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Daftar Sekolah Buddhis di Jakarta

    Tidak hanya di Tanggerang, daftar sekolah buddhis juga ada sekitar wilayah Ibu Kota, Jakarta. Sekolah Buddha ini tersebar dari Jakarta utara, Selatan, Timur, Barat dan Jakarta Pusat.

    1. Tri Ratna School.
    2. Sekolah Tinggi Agama Buddha.
    3. SMK Sinar Darma.
    4. Internasional Narada School.
    5. Darma Suci TK SD, SMP dan SMA.
    6. Junior High School Budhi Darma.
    7. Sekolah Mahabodhi Vidya.
    8. Yayasan Buddhis Theravada Indonesia.
    9. SD Dhammasavana.
    10. Nalanda Buddhist College.
    11. Narada Elementary School.
    12. Dharma Bangsa School.
    13. Taman Kanak-Kanak Silaparamita.
    14. STIB Dutavira.
    15. Cinta Kasih Tzu Chi School.

    Siswa siswi juga akan diberikan pendidikan akhlak serta pembentukan karakter sesuai ajaran Dharma. Saat ini, kiprah dari daftar sekolah Buddhis di atas termasuk sangatlah baik.

    Tempat pembelajaran agama semakin berkembang di Indonesia. Jenjang yang diberikan tidak berhenti di level terbawah, melainkan sampai ke jenjang perguruan tinggi negeri. Prestasi daftar sekolah Buddhis tidak dapat diabaikan lagi.

  • Sriwijaya, Tempat Pendidikan Buddha Pertama di Nusantara

    Sriwijaya, Tempat Pendidikan Buddha Pertama di Nusantara

    Sriwijaya, Tempat Pendidikan Buddha Pertama di Nusantara

    Sejak jaman kerajaan Sriwijaya, tempat pendidikan Buddha telah ada. Bukan hanya ada di Nalanda, India, namun sekolah keagamaan sudah ada di Nusantara berawal dari kerajaan Sriwijaya.

    Sama halnya dengan yang ada di situs kuno Nalanda India, Indonesia juga memiliki bangunan kuno. Bangunan tersebut berfungsi sebagai tempat belajar dan asrama bagi pendeta.

    Sejak awal masehi, pusat pembelajaran di India telah muncul. Ini ditandai oleh adanya situs Piprahwa, situs Nagarjunakonda, situs Ganwaria, dan situ Nalanda pada pemerintahan Gupta.

    Periode Pala abad 8 akhir hingga abad 11 akhir, terdapat tradisi Nalanda yang berperan penting. Saat Pala dalam masa kejayaan, Buddha menjadi praktik dan ajaran resmi kerajaan.

    Pada periode ini, telah banyak didirikan vihara sebagai pusat pendidikan, dengan Nalanda sebagai acuan. Pusat-pusat itu pula yang memberikan pengaruh perubahan ajaran Buddha Nusantara.

    Tempat Pendidikan Masa Sriwijaya

    Menurut I-Tsing, seorang pengelana yang datang untuk belajar ke tanah Sriwijaya, menyatakan bahwa adanya tempat pendidikan Buddha sekitar wilayah kekuasaan Foshi. Tepatnya lokasi ini disebut dengan Suvarnadivipa atau bernama Sumatera.

    Berdasarkan prasasti India, bahwa ditemukan hubungan bilateral Raja Pala dan keturunan dari Syailendra. Sriwijaya membangun vihara di Nalanda demi kepentingan pengembangan pendidikan Nusantara.

    Setelah dilakukan pencarian, ditemukanlah situs Muaro Jambi. Diketahui, kawasan ini telah ada sejak 7-12 M bersamaan dengan keberadaan Sriwijaya dan Melayu Kuno di pulau Sumatera.

    Dengan adanya situs ini, menunjukkan betapa ajaran Buddha telah berkembang di bumi Nusantara, bersamaan tempat belajar. Lokasi yang dipakai untuk pusat pendidikan, juga merupakan tempat tinggal para biksu.

    Tempat Pendidikan Masa Sekarang

    Perkembangan tempat pendidikan Buddha tidak berhenti di masa Kerajaan Sriwijaya. Hingga detik ini, terdapat beberapa lokasi belajar tersebut ada di Indonesia, terutama perguruan tinggi, yaitu:

    1. Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Bodhi Dharma Medan
    2. STAB Negeri Raden Wijaya
    3. STAB Negeri Sriwijaya
    4. STAB Kertarajasa
    5. STAB Maha Prajna
    6. STAB Maiteyawira
    7. STAB Dharma Widya
    8. STAB Samathabadra
    9. STAB Nalanda
    10. STAB Syailendra
    11. STIAB Jinarakkhita
    12. STIAB Smaratungga

    Sekolah ini ada dua jenis, sekolah asrama dan tidak. Tujuan dibangunnya sekolah buddhis untuk menciptakan tenaga pendidik di Indonesia. Terutama pastinya selain Guru agama buddha yang kompeten, diharapkan tempat pendidikan Buddha bisa melahirkan generasi yang taat pada ajaran Buddha.